Wisata Sejarah Kereta Api

Wisatajawa.com –¬†Kereta api mempunyai sejarah panjang di Indonesia, dibawa masuk oleh engineers Belanda yang berguna sebagai pengangkut massa ataupun hasil bumi. Tidak bisa dipungkiri bahwa kereta merupakan moda transportasi yang sangat praktis, selain bisa mengangkut dalam jumlah banyak juga bisa ditempuh dalam waktu singkat. Dalam sejarah perkembangannya, kereta api mengalami perubahan secara signifikan. Dahulunya, kereta api masih menggunakan kayu bakar ataupun dengan mesin uap sebagai penggeraknya, dengan tubuh kereta yang sangat besar dan biasanya berwarna hitam. Sekarang, kereta juga tersedia dengan bahan bakar batu bara hingga listrik dan tentu saja, badan kereta lebih ramping.

Di Indonesia, sejarah perkembangan kereta dari zaman kolonialisme bisa dilihat di museum kereta Ambarawa yang berbentuk semi outdoor, sebagian koleksi diletakkan di luar. Berbagai bentuk kereta yang pernah berfungsi di Indonesia, terparkir di berbagai sudut museum tersebut. Tidak hanya kepala kereta saja, tetapi juga terdapat banyak koleksi gerbong dan bentuk bangunan stasiun. Koleksi gerbong biasanya menjadi satu dengan koleksi kepala kereta, sedangkan bangunan stasiun dipajang disudut lain museum. Bangunan stasiun yang menjadi koleksi adalah bangunan stasiun pada abad 17-20. Hanya sepetak bangunan dengan dinding kayu, bertuliskan loket dan nama stasiun seperti Cilacap, Purwokerto dll.

Adapun koleksi mesin, alat pengatur rel kereta, dan bahkan lentera yang dipasang di kereta dipajang dalam satu ruangan besar. Biaya masuk museum terbilang sangat murah, yaitu 10.000 rupiah. Pengunjung bisa bermain di sekitar museum atau naik ke gerbong kereta dan berfoto-foto.

Hal menarik lainnya di Museum Kereta Ambarawa adalah kereta api uap dan diesel yang masih berfungsi dan pengunjung bisa menaiki sampai stasiun Tuntang (kereta api diesel) dengan tiket seharga 50.000 rupiah. Sedangkan kereta api uap melaju ke stasiun Bedono dan kereta tersebut harus disewa seharga 15 juta.

Gerbong-gerbong tersebut masih sangat tradisional dan bernuansa kayu. Beberapa kali peluit kereta dibunyikan. Para penumpang akan merasakan kereta api tempo dulu.
Namun untuk menaiki kereta harus datang sejam sebelumnya atau lebih karena antusiasme pengunjung sangat besar karena perjalanan kereta kuno hanya dibuka saat akhir minggu. Dalam sehari, terdapat tiga kali keberangkatan, dan dalam satu kali keberangkatan bisa menampung 120 penumpang.

Jadi, tertarik untuk melakukan perjalanan dengan kereta Api kuno?

About Author

client-photo-1
admin

Comments

Leave a Reply