Wisata- Problematika Manusia dan Alam

wisatajawa.com – Siapa pun pasti sadar, saat perkembangan wisata maju pasti lingkungan akan terkena dampaknya. Hal tersebut dikarenakan jumlah pengunjung yang tidak sadar akan lingkungan, emisi gas yang dihasilkan kendaraan, dan pembangunan fasilitas. Lambat laun, keadaan lingkungan yang hijau akan terlihat lebih gelap dan tidak terlihat segar. Tanah yang basah tergantikan dengan semen ataupun aspal, dikarekan kebutuhan manusia yang bertambah besar.

Beberapa gunung pun juga terkena dampaknya, banyak sampah plastik berserakan, begitu juga peringatan untuk membawa sampah turun sampah terpasang diberbagai sudut gunung. Padahal, gunung merupakan simbol alam yang masih asri. Menjadi sarang binatang liar dan pepohonan yang rindang.

Hal lain yang tidak anda sadari saat berwisata adalah emisi gas. Anda yang orang Jawa, ingin berwisata ke Sulawesi, pasti akan mengambil jalur udara sedangkan pesawat tersebut PASTI mengeluarkan emisi gas buang. Emisi tersebut terdiri dari Karbon dioksida, uap air, dan Nitrogen oksida yang mengurai lapisan ozon. Perlu diketahui bahwa Karbon dioksida yang berada di atmosfir bertahan cukup lama. Dari penguraian lapisan ozon tersebut, terjadilah pemanasan global.

“Gas karbon dioksida di atmosfir bertahan cukup lama dan tercampur merata di atas permukaan bumi. Artinya, pada ketinggian manapun gasnya berada, peranannya pada pemanasan global tetap sama,“ ujar prof. Dr. Ulrich4 Schumann, direktur institut untuk fisika atmofir pada Pusat Penerbangan dan Antariksa Jerman-DLR

Naiknya angka kebutuhan berwisata dikarenakan media sebagai tempat eksis. Masyarakat sadar bahwa dirinya ingin menjadi pusat perhatian, bahwa hadirnya mereka ditengah sorotan perhatian bisa membawa kepuasan batin. Menjadi eksis juga bisa dikatakan sebagai orang yang mempunyai uang lebih ataupun waktu yang luang, hal tersebut tidak dimiliki oleh seluruh masyarakat. Manusia bisa dikatakan mempunyai ego yang besar, menginginkan hal besar untuk dirinya sendiri tetapi kecil untuk mempertimbangkan elemen lain yang hidup di bumi.

Ego yang besar tersebut tidak menyisakan ruang untuk rasa peduli terhadap lingkungan. Hanya segelintir orang-orang saja yang peduli. Padahal, dengan membuang sampah pada tempatnya akan membawa perubahan. Hal-hal kecil yang disepelekan atau tidak disadari ini akan membawa perubahan yang lebih baik. Berawal dari satu orang, mungkin saja perubahan itu akan menular. Bayangkan, jika satu orang membuang sampah pada tempatnya, orang lain yang melihat akan tergerak untuk melakukan hal yang sama.

Contoh yang lain yang bisa dicoba adalah menanam pohon. Dalam setahun anda berwisata tiga kali, entah menggunakan pesawat terbang atau kendaraan lain. Sebagai gantinya anda akan menanam tiga pohon. Dan mulailah ajak orang disekitar untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ingat, berawal dari suatu kebaikan kecil, pasti akan membawa perubahan besar.

About Author

client-photo-1
admin

Comments

Leave a Reply