Tips Persiapan Mendaki Gunung Yang Aman

wisatajawa.com – Gunung merupakan tempat yang menyimpan berjuta pesona yang dapat menyihir setiap pendaki yang menjejakinya. Di indonesia ada beberapa gunung yang dijadikan spot mendaki bagi para peminatnya. Seperti gunung andong, sumbing, merbabu atau lawu yang terletak di Jawa Tengah.

Namun, jangan lupa, gunung merupakan sebuah alam yang liar dan juga menyimpan marabahaya dan bagaimanapun juga, para pendaki harus selalu berhati-hati. Karena mendaki gunung itu bukan main-main, jika kita salah atau tidak mengikuti instruksi maka akan berakibat fatal. Setidaknya dengan membaca tips-tips aman persiapan sebelum mendaki.

Tips persiapan mendaki gunung yang aman:

  1. Melakukan Persiapan
    Pendakian harus penuh persiapkan. Kalian dapat membawa alat navigasi seperti peta lokasi pendakian, altimeter yang berguna untuk mengukur ketinggian suatu tempat dari permukaan laut, dan juga kompas. Semua alat yang disebut tadi sangat wajib dibawa sebelum melakukan pendakian.
  2. Paham lokasi yang akan didaki
    Memahami lokasi yang akan didaki sangat penting bagi kalian yang akan melakukan pendakian. Karena hal itu akan membuat kalian lebih paham dan lebih merasa aman. Selain itu jangan sekali-kali mendaki bila tidak ada yang berpengalaman medaki.
  3. Pastikan kondisi tubuh sehat dan kuat
    Jangan pernah memaksakan diri atau nekat ikut mendaki bila kondisi tubuh sedang tidak stabil atau sehat. Hal itu dapat membahayakan diri sendiri dan merepotkan orang lain. Persiapkan stamina dengan berolahraga secara rutin, tujuannya agar otot-otot tidak kaget dan terbiasa untuk menempuh jalur pendakian yang cenderung menanjak.
  4. Membawa perlengkapan yang sesuai
    Jangan membawa peralatan yang alakadarnya saja, tetapi membawa peralatan yang dapat melindungi diri, seperti pakaian, jaket, tenda, matras, dan kantung tidur. Jangan memakai sandal jepit ketika mendaki, pakailah sepatu karet atau boots ketika mendaki. Jangan lupa membawa alat penerangan seperti headlamp atau senter dengan baterai yang cukup selama pendakian.
  5. Menghitung lama perjalanan
    Hal ini dilakukan agar kita tahu dan bisa menyesuaikan kebutuhan makanan yang harus dibawa. Jangan salah dan jangan kurang. Usahakan botol air minum selalu terisi disepanjang pendakian karena jika tidak kalian bisa mengalami dehidrasi.
  6. P3K
    Kebutuhan medis pertolongan pertama seperti obat merah, perban, dan obat-obatan khusus bagi penderita penyakit tertentu. Walaupun kelihatan remeh, namun obat sangat penting untuk pertolongan pertama.
  7. Belajar dan berdiskusi
    Jangan malu untuk belajar atau berdiskusi dengan komunitas pencinta alam atau orang yang telah paham tentang mendaki. Karena itu akan menambah pengetahuan kalian tentang pendakian.
  8. Mengukur kemampuan diri
    Karena hanya diri sendiri yang tahu kapan harus istirahat dan kapan harus melanjutkan pendakian. Bila tidak mampu meneruskan perjalanan, jangan dipaksakan. Atau jika memang sudah sangat lelah maka kalian bisa kembali pulang, ingat nyawa lebih penting, hidup hanya sekali, sedangkan gunung itu tidak akan berpindah, ia akan terus berdiri ditempatnya.
  9. Jangan melakukan foto selfie bila tidak memungkinkan
    Nyawa lebih penting daripada harus melakukan foto selfie, foto keren. Lakukan saja bila memang waktu dan tempatnya tepat. Jangan memaksakan foto di tempat yang akan membawamu dalam bahaya. Ingat! Jangan berpikiran orang lain harus selalu tahu apa yang kalian lakukan, tetapi cukup diri dan orang yang menemanimu saja yang mengetahuinya. Pengalaman akan selalu teringat, namun foto dapat hilang dan rusak. Jangan jadikan dirimu sebagai korban kecelakaan yang mati konyol karena ber-selfie di gunung.

Penulis : Reisifa Cahyani

About Author

client-photo-1
admin

Comments

Leave a Reply