wisatajawa.com – Jawa Barat menyimpan aneka potensi wisata menarik yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Salah satunya adalah Pantai Ujung Genteng yang masih menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Sukabumi. Pantai ini mungkin masih kalah tenar dari Pantai Pangandaran, Pantai Pelabuhan Ratu atau pantai-pantai lainnya di Jawa Barat. Padahal pemandangan di sini tidak kalah indah dan memanjakan mata .Rute menuju Pantai Ujung Genteng ini termasuk mudah di Jangkau sehingga banyak mengundang salah satu ikon Wisata Jawa ini untuk di kunjungi wisatawan.

Nama Pulau ini menang belum se-terkenal pulau-pulau lain di gugusan kepulauan seribu, seperti Pulai Pari, Pulau Tidung, atau Pulau Pramuka, tapi pulau yang satu ini menjadi salah satu jujugan traveler akhir-akhir ini. Disamping dekat dengan Jakarta, juga masih terlihat asri dan alami, sehingga banyak dari mereka yang berbondong-bondon mengunjungi Pulau Semak Daun.

Kenapa disebut Pulau Semak Daun? Sebenarnya nama ini hanya menggambarkan suasana di Pulau ini, masih banyak ditumbuhi semak-semak dan pepohonan, pantainya pun landai dan airnya jernih, bisa digunakan untuk berenang ditambah lagi dengan sunset yang mantap banget.

semak-daun-sunset-x

Selain panorama pantai, sunset dan sunrise yang indah, kehidupan di bawah lautnya-pun menyegarkan mata. Spot snorkeling yang pertama di Pulau Karang Beras, dan yang kedua di Pulau Air. Pemandangan bawah lautnya cantik sekali, dengan terumbu karang dan koral yang indah serta ikan-ikan dengan jumlah banyak. Kamu akan melewatkan waktu tanpa terasa, saking asyiknya “bercengkrama” dengan ikan-ikan kecil.

Sayangnya, di Pulau Semak Daun ini belum tersedia fasilitas yang memadai. Jangan harap menemukan homestay atau penginapan disini. Jika ingin bermalam, satu-satunya cara adalah dengan berkemah, mendirikan tenda di pantai-pantai Pulau Semak Daun. Jangan khawatir, toilet sudah ada di sini dan ada banyak traveler lain yang juga berkemah di sini.

Untuk kamu yang haus petualangan, tentunya cara ini bisa menjadi pilihan yang paling menyenangkan; mendirikan tenda, menyalakan api unggun dan berbaring di hamparan pasir sambil menyaksikan bintang-bintang menghiasi langit malam. Apalagi dengan hembusan angin yang membawa aroma laut, membawa sensasi rileks dan bebas.

Tapi jangan khawatir, jika tak ingin berkemah, kamu bisa mengunjungi Pulau Semak Daun dengan perahu motor dan menginap di Pulau Pramuka.

Pulau Semak Daun

Cara Menuju Pulau Semak Daun

Akses menuju Pulau Semak Daun cukup mudah. Dari Muara Angke, kamu bisa naik perahu motor menuju Pulau Pramuka. Biasanya tarifnya sekitar 35.000 per orang. Kapal akan berangkat sekitar pukul 07:00 hingga 08:00 pagi. Dalam 3 jam, kamu akan sampai di Pulau Pramuka. Kapal biasanya akan mampir dulu untuk menurunkan penumpang di Pulau Pari.

Sebelum berangkat kembali ke Pulau Semak Daun, sebaiknya makan dulu di Pulau Pramuka. Setelah itu, carilah ojek perahu yang bisa mengantarmu ke Pulau Semak Daun. Ongkosnya dipatok per-kapal, sekitar 300.000 hingga 800.000 rupiah. Maka semakin banyak jumlah orang dalam rombongan, biaya per-orangnya akan semakin murah. Oh ya, harga tersebut sudah termasuk sewa alat snorkeling dan perahunya juga akan mengantar kamu ber-snorkeling di kedua spot snorkeling, Pulau Karang Beras dan Pulau Air. Perjalanan dari Pulau Pramuka menuju Pulau Semak Daun memakan waktu 30 menit.

Tapi jika kamu bersaku tebal, bisa juga menyewa kapal cepat dari Pelabuhan Marina Ancol. Tentu dengan biaya yang lebih mahal dibandingkan kapal motor kayu dari Muara Angke.

Sesampainya di Pulau Semak Daun, kamu akan membayar biaya retribusi sebesar 10.000 rupiah per-orang. Jika ingin menginap, bisa langsung mendirikan tenda. Boleh juga memasang hammock jika ingin tidur-tiduran diantara pohon. Setelahnya, bersiaplah untuk snorkeling.

Jogja, Gunungkidul ternyata masih menyisakan begitu banyak pesona, terlepas dari jauhnya jarak yang ditempuh dari pusat kota Jogja agar sampai ke kabupaten paling timur di Jogja ini menambah barisan Wisata jawa.

Kosakora merupakan sebuah fenomena yang terbentuk dari eksokarst dari Pegunungan Sewu beberapa ratus tahun silam, perjalanan yang melelahkan namun terbayar dengan keindahannya. Kosakora sendiri dapat dilalui melalui arah menuju Pantai Gunungkidul, terdapat di serah jalan pantai Drini, jika anda melewatinya akan terdapat plang papan penunjuk bertuliskan Puncak Kosakora + Pantai Ngrumput, ya benar sekali, sebelum kita bisa menaiki dan menuju Puncak Kosakora, kita akan melewati Pantai bernama Pantai Ngerumput yang masih asri, sepi dan berpasir putih.

 

SAM_7582

Puncak Kosakora sendiri berada sekitar 100-200 m diatas Pantai Ngerumput, disini anda akan dikenakan biaya untuk naik sebesar Rp. 2000 jika hanya sekedar untuk naik dan berfoto, namun jika anda akan membangun tenda dan bermalam di Puncak Kosakora, anda akan dikenakan Iuran sebesar 15.000, harga yang masuk akal demi terpeliharanya lingkungan di sekitar Pantai Ngerumput dan Puncak Kosakora.

Jika anda datang dadakan dan tanpa persiapan, kebetulan disini juga ada tempat persewaan tenda, baik yang berukuran kecil ataupun besar, dengan harga Rp.60.000 untuk tenda kecil, dan Rp.100.000 untuk tenda besar, peralatan camping pun tersedia, dan juga bila anda kebetulan tidak membawa persediaan makanan, di sekitaran Pantai terdapat orang berjualan minuman, kopi sachet, mie instan serta peralatan mandi, jadi anda tidak perlu bingung jika kesana.

 

P1010227

Kembali ke Puncak Kosakora, puncak Kosakora bisa anda tempuh sekitar 5-10 menit (tergantung kekuatan fisik anda) karena medan yang sulit, dengan batu-batu yang tajam, jalan yang tidak rata dan kemiringan yang cukup miring, membuat anda bakal cepat lelah menaikinya, namun karena jarak yang tidak terlalu jauh untuk ke puncak, sepertinya masih bisa di toleransi.

Sesampainya diatas anda akan bertemu hamparan rumput hijau yang cukup luas, dengan pemandangan pantai dan pegunungan di sekitarnya, sungguh pemandangan yang spesial dan istimewa. Disarankan untuk datang pada Pagi hari atau sore hari, menghindari terik matahari yang sangat menyengat, serta untuk anda yang doyan selfie/wefie tolong berhati-hati jangan terlalu dekat ke tepi, karena pembatas yang ada hanya terbuat dari bamboo.

 

#ayokejawa

Gunung Ireng Jogjakarta

Wisatajawa.com – Berwisata Gunung di wilayah Wisata Jawa memang mempunyai banyak sekali pilihan , melihat di tanah Jawa terdapat banyak sekali gunung-gunung berapi. Namun untuk anda yang juga ingin mencoba berwisata mendaki gunung , tak ada salahnya menjajal terlebih dahulu gunung yang besarnya tak sebesar Merapi , Prau dll . Sehingga tak memerlukan peralatan khusus untuk mendakinya dan bisa di jangkau dengan cukup mudah dan singkat waktu. Salah satunya adalah Gunung Ireng alias Gunung Botak. Untuk sampai ke sana cukup satu jam perjalanan. Gunung Ireng jika dari pusat Kota Jogja, rutenya paling gampang adalah dari Jalan Wonosari lurus aja sampai Patuk. Ketemu perempatan, ambil ke kanan. Lurus aja terus sampai nemu tugu Semar ireng, ambil kanan. Kelak Anda akan menemukan petunjuk jalan. Bagi pengendara motor, kondisi jalanan ketika mendekati lokasi ada yang berbatu. Bagi yang trauma dengan jalan tipe demikian, sebaiknya berganti dengan kawan. Jika sendirian, pastikan fokus Anda digandakan. Retribusi yang diperlukan adalah 8.000 jika Anda datang berdua naik motor.

Gunung Ireng belumlah sepopuler Gunung Merapi atau Nglangeran, jika dilihat dari ramainya pengunjung. Di puncak Gunung Ireng adalah spot favorit untuk menunggu momen tenggelamnya matahari, mungkin saja menjelang sore barulah ramai.

Untuk sampai ke puncak kejayaan gunung, cukup dengan berjalan kaki sekitar lima menit maka Anda akan terpana dengan pemandangan hijau persawahan dan pepohonan di bawah sana. Sejauh memandang, dominasi itulah yang ada. Sangat cantik, meski hari tidak terlalu cerah. Angin pun tidak begitu terasa. Inilah Gunung Ireng, hitam karena bebatuan besar di sana. Permukaannya sangat kasar sehingga jika ingin duduk maupun berjalan dengan telanjang kaki, harus hati-hati. Sebaiknya berdiri tidak terlalu dekat dengan ujung tebing karena jika Anda bermasalah dengan ketinggian, mungkin akan sedikit pusing berada di sana.

Di sisi lain puncak ini, ada pondok kayu cukup besar, cukup untuk sepuluh orang, dengan pemandangan kurang lebih sama. Sepertinya pondok ini bakal dibangun lebih serius oleh pihak pengelola dengan adanya rencana pemasangan listrik. Sehingga cocok sekali untuk anda yang ingin mengajak keluarga kecil anda untuk berwisata mendaki gunung . Selamat liburan.

#ayokejawa