Jika berkunjung ke Yogyakarta, Wisata sejarah dengan mengunjungi candi mungkin menjadi pilihan untuk anda. Di Jogja sendiri sebenarnya masih banyak candi-candi yang­ belum terekspos meski memiliki potensi ­wisata yang juga cukup menarik, Candi Ijo salah satunya.

Candi Ijo merupakan candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta. Disebut Candi Ijo karena candi yang dibangun sekitar abad ke-9 itu dibangun di sebuah bukit yang dikenal Bukit Hijau atau Gumuk Ijo. Penyebutan nama desa Ijo pertama kalinya disebut di dalam Prasasti Poh yang berasal dari tahun 906 Masehi. Dalam prasati tersebut ditulis tentang seorang hadirin upacara yang berasal dari desa Wuang Hijau. Jika benar demikian maka nama Ijo setidaknya telah berumur 1100 tahun hingga tahun 2006 yang lalu.

ico

Kompleks candi Ijo merupakan kompleks percandian yang berteras-teras yang semakin meninggi ke belakang yakni sisi timur dengan bagian belakang sebagai pusat percandian. Teras pertama merupakan teras berundak yang membujur dari barat ke timur. Sedangkan bangunan pada teras teratas berupa pagar keliling dan delapan buah lingga patok.                 Di teras terakhir ini pula candi utama berdiri lengkap dengan tiga candi perwara.                                                     Pada candi utama terdapat sebuah bilik dengan Lingga Yoni yang melambangkan Dewa Siwa yang menyatu dengan Dewi Parwati.

melihat-sunset-candi-ijo

Sedangkan di dalam candi-candi perwara, pengunjung dapat melihat arca candi yang konon merupakan kendaraan Dewa Siwa dan meja batu atau disebut padmasana.

Ragam bentuk seni rupa juga dapat dijumpai di kompleks Candi Ijo. Salah satunya ukiran kala makara dengan motif kepala gand­a dan beberapa atributnya.

Bagi pengagum wisata sejarah, di candi ini juga dapat ditemui karya yang masih menyimpan misteri yang tercantum pada sebuah prasasti. Prasasti itu terletak pada teras ke-9 yang bertulisan Guywan atau Bhuyutan yang berarti pertapaan. Prasasti lainnya yang terbuat dari batu berukuran 14 cm dan tebal 9 cm tercantum mantra-matra yang diperkirakan berisi kutukan “Om sarww­awinasa, sarwwawinasa” yang bertulis berulang hingga 16 kali.

Hingga kini masih belum terkuak peristiwa apa yang berhubungan dengan prasasti tersebut.

Sementara, bagi penyuka wisata alam, candi merupakan tempat yang direkomendasikan.

Dari segala penjuru mata angin, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam Yogyakarta lengkap dengan hembusan angin sepoi-sepoi.

 

Akses Menuju Candi Ijo

 

Akses termudah menuju Kompleks Candi Ijo bagi wisatawan yang berada di Kota Yogya adalah dengan melalui Jalan Solo menuju Pasar Prambanan yang berada di seberang Kompleks Candi Prambanan.

Sesampainya di pasar itu, wisatawan tinggal menuju arah tenggara kurang lebih 7 km hingga menemui penunjuk arah kecil menuju Candi Ijo dan Desa Wisata Nawung di kiri jalan.

Wisatawan tinggal mengikuti arah tersebut hingga gerbang masuk Desa Sambisari, yang menandai jalan menanjak hingga sampai di Candi Ijo.

Untuk menuju candi ini diperlukan sekitar 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi, mobil atau motor.

Harga tiket? Tidak perlu khawatir merogoh kocek terlalu dalam, untuk menikmati nuansa asri di Candi Ijo tidak dipungut b­iaya alias gratis.

Wisatawan cukup mengisi daftar hadir tamu di pos satpam sebelum masuk candi dan membayar parkir sebesar Rp 2.000 untuk motor dan Rp 3.000 untuk mobil.

Terimakasih atas kepercayaan para Donatur semua yang telah berkenan menyisihkan sebagian rejekinya untuk membantu terciptanya Wisata dengan tema berbagi dari Wisatajawa yang kami beri nama ‘Wisata Bahagia’, semoga event ini akan berjalan terus setiap bulan dengan variasi yang lainnya.

Berwisata adalah suatu hal yang tak pernah bosan dilakukan setiap orang untuk menemukan secercah kebahagiaan dalam hati. Harus bangun pagi-pagi disertai sedikit keribetan mempersiapkan segala keperluan bukanlah menjadi penghalang untuk menuju tempat berwisata yang memang membahagiakan.

Wisata Bahagia, seperti inilah yang dirasakan oleh para anak-anak panti asuhan Daarul Qolbi yang beralamat di Widodomartani ,Ngemplak ,Sleman . Pada pagi hari minggu yang cerah terlihat para anak-anak panti yang berjumlah 14 orang berlarian kesana kemari mempersiapkan perjalanan satu hari penuh menuju destinasi wisata gunung kidul yang cukup terkenal. Suasana keriangan segera menyeruak dalam sebuah kamar tamu sederhana yang dipenuhi oleh seluruh anak-anak ketika di beri tahu akan menuju Embung Nglanggeran dan Pantai Sadranan oleh dua orang Crew dari Wisata Jawa Tour Service. Sang ayah pengasuh juga berada di ruangan tersebut berpesan kepada seluruh anak-anak agar selalu bersama rombongan dan tidak saling terpisah.

wisata bahagia3

Dengan diiringi doa dan ditemani bunda pengasuh, jadilah pagi hari itu Mingu ,31 Juli 2016 seluruh rombongan yang terdiri dari 14 orang anak panti asuhan Daarul Qolbi, bunda pengasuh,dua orang crew dan satu orang sopir kendaraan Elf berangkat menuju tujuan pertama yaitu Embung Nglanggeran. Karena hampir semua anak belum pernah ke tempat tersebut, pertanyaan-pertanyaan penasaran menggema dalam kendaraan yang dipenuhi oleh anak-anak itu. Anak paling kecil (Al Fateh) yang baru berumur 3 tahun menjadi yang paling ceria karena saking penasarannya.

Begitu sampai di Embung, terlihat sekali antusias yang terlukis dalam wajah anak-anak panti dengan usia yang beragam. SD,SMP dan yang terbesar adalah kelas 1 SMA. Setelah beristirahat sejenak dengan menyantap snack yang telah disiapkan oleh panitia acara dilanjutkan oleh dua macam game yang membutuhkan kekompakan dan menyisipkan sedikit skill leadership untuk setiap anggotanya. Puas menikmati suasana Embung dengan berfoto-foto dan sedikit menghabiskan tenaga dengan game perjalanan berlanjut ke pantai sadranan.

Sebelum masuk area pantai, seluruh rombongan mampir dulu ke rumah makan yang berlokasi di dekat pantai Sadranan. Setelah kenyang dan selesai beribadah sholat dhuhur perjalanan kembali dilajutkan menuju pesisir pantai Sadranan . Langit yang cerah,  ombak yang tidak terlalu besar sangat tepat sekali untuk berenang .

wisata berbagi 2

Suasana berlanjut hingga senja datang menjelang. Setelah semuanya mandi bilas, ibadah ashar pun tiba kemudian seluruh rombongan meninggalkan Gunung Kidul untuk menuju Bukit Bintang sebagai tujuan terakhir yaitu makan malam dan sholat magrib dilanjutkan pulang. Menikmati suasana malam berlatar keindahan kota Jogja dengan makanan dan minuman hangat sangat tepat sekali dijadikan momen untuk berbicara dari hati ke hati kepada seluruh anak-anak.

Bagaimana perasaan mereka? senangkah mereka? pengen mengulang piknik lagi atau tidak?. Dan ternyata semuanya kompak menjawab senang diiringi rengekan manja yang lucu ingin piknik lagi . Dengan senyum tenang, kami dari Wisatajawa Crew hanya bisa menjawab ,’InsyaAllah ya adik-adik, doakan agar bisa berpiknik kembali dan teman-teman yang lain bisa ikut merasakan’

 

Wisata Bahagia, Charity by Wisatajawa.com

Bicara tentang tempat wisata di Jogja, hampir tidak akan ada habisnya, setiap jengkal dari sudut Kota Jogja menyimpan keindahan dan pesona yang selalu memikat, selain memiliki ragam tempat wisata sejarah, pantai maupun wisata kuliner, Yogyakarta juga mempunyai destinasi unik dengan nilai seni yang tinggi, yakni Tebing Breksi yang berlokasi di dusun Groyokan, kelurahan Sambirejo, kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tebing yang diresmikan langsung oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini merupakan sebuah bukit kecil yang terbentuk akibat aktifitas penambangan batu oleh warga sekitar. Sebelum warga melakukan penambangan, sebelumnya bukit ini hanyalah sebuah bukit biasa.

altar seneng

Semenjak aktifitas penambangan dilarang dan diberhentikan, warga mempunyai ide untuk menjadikan tempat ini sebagai tempat berwisata, guratan yang tersirat dari tebing-tebing yang berada disini sangat indah dan menarik, bentuknya seperti sengaja diukir sehingga menjadikan tempat ini terlihat sangat cantik. Letaknya pun berdekatan dengan Candi Ijo, jadi jika kita berkunjung ke Tebing Breksi bisa sekalian berwisata di Candi Ijo, gak mau capek jalan ke Candi Ijo tapi pengen lihat pemandangannya? Cukup naik ke Bukit yang ada di Tebing Breksi, yang akan menyuguhkan panorama candi-candi di sekitarnya, seperti Candi Ijo, Candi Prambanan, Candi Sojiwan dan Candi Barong.

Sangat disarankan untuk berkunjung kesini pada sore hari, dikarenakan sore hari kita bisa menikmati indahnya suasana senja diatas tebing. Sedangkan siang hari tidak cukup di rekomendasikan, disamping terik matahari, juga akan menguras tenaga.

1467286285_127_Dari-Goa-Hingga-Tebing-Jagoan-Jagoan-Baru-Wisata-Jogja

Anda tidak perlu khawatir dengan akses jalan menuju Tebing Breksi ini, walaupun tidak begitu bagus, tapi masih lebih mudah dilewati. Jalan menuju Tebing Breksi bisa anda lewati dari Prambanan menuju wisata tebing dengan jarak 7 km. Letaknya sebelum Candi Ijo. Jika dari arah Jogja, ada jalur yang lebih cepat. Sampai pertigaan piyungan, anda bisa berbelok ke kanan. Lurus saja sampai menyeberang ruas jalan Prambanan – Piyungan. Dari sini ikuti papan penunjuk arah ke Candi Ijo. Di sebelah kiri jalan, nanti aka nada spanduk bertuliskan wisata Tebing Breksi.

Pesona Jogja, dengan banyak tempat Wisata, yang tidak ada habisnya !!

Jogjakarta yang istimewa, membuat siapa saja yang datang ke Jogja pengen balik lagi, alias “ngangeni”. Tidak hanya budaya dan sejarahnya, sekarang tempat Wisata baru yang hits menjadi tujuan Wisata bagi wisatawan yang penasaran. Selengkapnya, Wisatajawa.com akan referensikan tempat unik di Jogja yang masih baru banget, tentunya explore Pariwisata Jogja.

Bagi anda yang seneng banget jungkir balik, yang seneng banget explore tempat – tempat hits terbaru, yang seneng banget narsis, bisa dateng ke tempat Wisata baru di Jogja, Upside Down World. Upside Down World menghadirkan gaya baru untuk kalian yang hobi foto, jungkir balik ! hehe

Upside-Down-World-Yogyakarta (1)

Bisa anda lihat di media sosal Instagram, banyak orang post foto jungkir balik di beberapa tempat seperti Kamar Tidur, Kamar Mandi, bahkan Rumah Makan. Eitss.. bukan seperti yang kalian kira ya, dengan konsep yang unik terinspirasi dari salah satu film Hollywood “Upside Down” rumah ini dilengkapi dengan perabotan rumah yang di design dengan letak terbalik, sehingga ketika anda berfoto anda akan terlihat terbalik. Dari kursi, meja, almari, sendok, garpu, dan masih banyak perabotan lain asli di design khusus dan bukan hanya gambar saja.

Naahhh ditempat ini, anda akan dibuat kagum dengan spot – spot foto yang unik banget, kurang lebih 8 spot foto yang bisa anda gunakan untuk berpose ala – ala jungkir balik seperti Ruang Tamu, Ruang Makan, Kamar Tidur, Kamar Mandi, Dapur, Ruang Keluarga, Rumah Makan, Garasi Sepeda. Unik bukan ? Ohya, disini juga disediakan fasilitas Guest Assistant yang bakal mengarahkan anda untuk berpose dan menjadi juru foto.

Upside-Down-World-Jogja

Tempat ini berada di Jalan Ring Road Utara 18, Maguwoharjo, Depok, Sleman, setelah sebelumnya sukses di Bali, pada tanggal 4 Juli 2016 kemarin baru resmi dibuka. Untuk tiket masuk, anda cukup membayar Rp. 80.000 untuk dewasa, dan Rp. 40.000 untuk anak – anak. Anda perlu mencoba referensi tempat dari Wisatajawa.com biar kekinian, hehe

Penasaran ?? Yuks visit Jogja yang punya banyak cerita dan tempat Wisata !!

#ayokejawa

Demam nya Instagram membuat beberapa objek Wisata di Indonesia semakin ramai dikunjungi. Tempat – tempat hits (kata anak jaman sekarang) banyak di eksplore oleh kalangan anak muda yang hoby banget jalan – jalan. Salah satu tempat hits beberapa bulan lalu adalah Camera House, bertempat di Jl. Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (kira – kira dari Borobudur 10 menit ke arah utara). Anda dapat menempuh jarak 2 jam perjalanan dari Pusat Kota Yogyakarta.

Camera House adalah Rumah yang menyerupai kamera DSLR, dibangun oleh Bapak Tanggol Angien Jatikusumo, seorang pelukis asal Semarang yang sudah lama tinggal di Bali dan sekarang menetap di Jl. Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Anehnya, Bapak Tanggol bukanlah seorang fotografer, melainkan seorang pelukis. Apa yang membuat Pak Tanggol membuat rumah yang menyerupai kamera DSLR ya ?Naah, ternyata Pak Tanggol dulu ingin sekali memiliki sebuah kamera untuk mengabadikan gambar lukisan – lukisan hasil karyanya, dengan tekun beliau menabung dan akhirnya membeli kamera tersebut. Sejak itulah, beliau ingin membangun rumah menyerupai kamera DSLR dan pada tahun 2014, Camera House telah resmi dibuka.

11195838_1479986355555445_1478481306_n

Apabila anda masuk ke Gaellery Camera House ini, anda akan melihat ornament, lukisan – lukisan indah karya Pak Tanggol, dan juga batik khas Jawa. Bangunan unik yang memiliki 4 lantai, Lampu Flash pada kamera DSLR sebagai pintu masuk rumah, kemudian bagian Mode LCD sebagai jendela, dan bagian Lensa kamera merupakan bangunan bertingkat yang berbentuk silinder sebagai tempat untuk melihat pemandangan alam dari atas. Tidak hanya melihat pemandangan saja, disana terdapat gembok cinta, anda bisa menuliskan harapan cinta anda dan pasangan anda, cieeeee… Gak perlu ke Korea, Paris kan ? hehe

1428118833313401579

 

Untuk masuk di Camera House ini, anda cukup membeli tiket masuk seharga Rp. 5.000 saja, murah bukan ? Eiiitss, anda juga bisa berfoto di Selfie Paradise, tempat – tempat bagi anda yang hobby selfie untuk mengabadikan moment anda di tempat yang banyak tersedia lukisan – lukisan 3D, dan anda cukup mengeluarkan uang Rp. 15.000 untuk masuk.

Sekilas tentang Camera House dari Wisatajawa.com, semoga menjadi referensi Anda dan tunggu referensi tempat – tempat hits lainya untuk anda kunjungi..

 

#ayokejawa