Kota Bandung memang memiliki sejuta tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu yang paling banyak dikenal adalah wisata alam yang menyuguhkan pemandangan alami nan indah serta udara yang sejuk dan bersih. Tetapi bukan berarti semua tempat wisata di Bandung selalu ramai dikunjungi. Terdapat sebuah tempat yang menurut banyak orang adalah tempat paling misterius dan kontroversial di Bandung serta berkaitan erat dengan asal-usul Kota Bandung.

Tempat itu bernama Sanghyang Tikoro. Konon katanya, sebelum menjadi seperti sekarang, wilayah Bandung adalah sebuah danau yang sangat besar yang bernama Danau Bandung Purba. Namun secara ajaib air danau tersebut menghilang dan wilayah yang mengering ini menjadi Kota Bandung yang ada sekarang. Sanghyang Tikoro sendiri merupakan sebuah gua yang dipercaya sebagai tempat menghilangnya air Danau Bandung Purba sekaligus tempat munculnya peradaban Suku Sunda.

Sanghyang Tikoro saat ini terletak di kawasan hutan yang belum banyak dijamah oleh manusia karena lokasinya yang jauh dari perkotaan dan sulit dicapai. Selain itu kabar mengenai angkernya tempat ini juga semakin membuat Sanghyang Tikoro sepi dari pengunjung atau wisatawan. Bahkan, hingga saat ini belum pernah ada seorang pun yang memasuki Goa Sanghyang Tikoro. Karena diliputi berbagai hal misterius, bahkan beberapa orang mengaku melihat orang-orang semedi di atas mulut gua ini pada hari-hari tertentu seperti Kamis Kliwon atau Selasa Kliwon yang juga merupakan hari yang dianggap mistis.

 

 

284067_1977112225250_1166442406_31960190_1485082_n

Tentu saja sudah ada beberapa orang yang mencoba memberi penjelasan ilmiah mengenai gua ini, meskipun kebenarannya juga belum dapat dipastikan. Jika ditelisik secara ilmiah, terbentuknya Gua Sanghyang Tikoro adalah akibat dari letusan Gunung Sunda yang dahsyat yang mengakibatkan permukaan tubuhnya hancur tanpa sisa. Letusan ini kemudian menyisakan lekukan-lekukan yang penuh dengan lahar yang sangat panas. Lahar panas dalam jumlah yang banyak membuat sungai di Batujajar, Cililin, dan Padalarang berubah menjadi lahar dingin dan menjadi telaga yang bernama Talaga Bandung. Tanah kapur yang ada Batujajar dan Cililin ini kemudian terkikis sedikit demi sedikit dan membentuk sebuah lubang aliran yang saat ini dikenal sebagai Sanghyang Tikoro.

 

Lokasi Goa Sanghyang Tikoro : Terletak diantara kecamatan rajamandala dan Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat. Sanghyang tikoro bersebelahan dengan PLTA Saguling sekitar 17km dari pusat bendungan dan ada diwilayah turbin terakhir.

Wisata di Subang yang biasa kita kenal mungkin hanyalah Ciater, tapi semakin berkembangnya media informasi yang semakin mudah di akses membuat wisata yang ada di Subang semakin banyak bermunculan, salah satunya yang lagi hits adalah Mata Air Cimincul. Sebenarnya Subang sendiri menyimpan begitu banyak potensi wisata yang sebenarnya bisa lebih di eksplor lagi. Kali ini kita akan mencoba fokus membahas Mata Air Cimincul.

mata-air-kasumber
Wisata mata air Cimincul yang berada di persawahan Desa Pasanggarahan menjadi destinasi wisata yang diburu. Airnya yang jernih dan sangat alami kerap dijadikan lokasi selfie. Beragam gaya ala "dua alam" menjadi trending, yakni berfoto di dalam air namun luar air pun terbawa. Malah gaya yang dipakai saat foto di air pun layaknya kegiatan di darat. Inilah kawasan wisata mata air Cimincul yang bisa menjadi magnet baru bagi wisata Subang.

064288300_1453971247-mataaircov

Lokasi dan Rute Mata Air Cimincul, Subang
Lokasi wisata mata air Cimincul tidak terlalu jauh dari ibu kota Kabupaten Subang. Anda bisa menempuhnya sekitar 27 kilometer (sekitar 90 menitan). Adapun dari Kota Bandung, jarak Subang sekitar 30 kilometer atau memakan waktu sekitar 120 menit. Tempat wisata ala desa inimenyimpan perpaduan destinasi alam dengan potensi penduduk, yakni warga desa setempat memiliki keterampilan membuat gula aren, sagu, kelontong buram, dan rengginang. Jadi, sambil wisata di mata air Cimincul, wisatawan pun bisa membeli oleh-oleh produk khas setempat. Untuk ke tempat wisata ini, Anda bisa melalui jalur Tol Cipali dan keluar di gate Kalijati (Jln. Raya Kalijati) – Jalan Cijambe – Jln. Cagak – Jln. Kasomalang (dekat PT Tirta Investama/Aqua).


Mata air Cimincul terletak di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang. Cimincul berasal dari kata paduan kata cai = air dan mincul = timbul. Menuju ke tempat ini sebenarnya gampang, hanya ada turunan curam. Dulu, tempat ini biasa dimanfaatkan oleh penduduk. Namun, setelah ada yang memposting di media sosial, tempat ini menjadi target baru para pencari tempat wisata tersembunyi.

Bahkan para pengunjung rasanya tak lengkap jika belum mencoba menceburkan diri ke mata air ini. Aliran airnya kini sudah diatur dengan adanya penampungan. Di dalam air pun ada batu-batu alami dan aliran air mengalir ke sungai-sungai kecil di area persawahan. Pemandangan persawahan pun menjadi daya tarik tersendiri. Selain mata air Cimincul di desa yang sama Pasanggrahan, Kasomalang, terdapat mata air Kasumber.

 

Tips dan Panduan Menuju Mata Air Cimincul Subang Jawa Barat

  • Jaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
  • Perhatikan kebun warga, jangan sampai merusak atau mengambil apapun.
  • Jalan menuju kesini cukup curam, jadi gunakan alas kaki yang nyaman.
  • Pastikan pengemudi handal, karena jalan daerah Subang sempit, berkelok dan terjal.
  • Bawa pakaian ganti jika ingin berenang.
  • Don’t judge by its cover” pesona mata air itu bukan dilihat dari atas, tapi difoto dari dalam permukaan air.
  • Untuk mendapatkan foto yang keren, gunakan gear kamera tahan air serta dome agar bisa menciptakan foto dua alam. Daratan dan bawah permukaan air bisa ditangkap gambarnya dengan mudah.
  • Datang sore atau pagi hari agar cuaca lebih bersahabat dan tidak terlalu terik.
  • Jangan ambil apapun kecuali foto dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki.

Telaga Remis, danau yang menawarkan suasana ketenangan berbalut dengan keindahan yang alami. Telaga ini terletak di kawasan Desa Kaduela, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Berjarak kurang lebih 37 km atau dapat ditempuh 1 jam dari pusat Kota Kuningan, Telaga Remis memiliki lahan seluas 13 hektar untuk wilayah keseluruhan. Sedangkan luas danau atau telaganya hanya mencapai 3,25 hektar.

Disini anda bisa menemukan wahana sepeda air untuk berkeliling menambah keasyikan tersendiri saat berkunjung ke area wisata yang saat ini dikelola oleh Perum kehutanan Kabupaten Kuningan ini. Tentunya akan menyenangkan sambil menikmati rasa nyaman yang meliputi saat berada di tempat ini. Bagi Anda yang menyukai aktivitas berjalan kaki, terdapat jalur khusus untuk pejalan kaki yang dibuat untuk memutari telaga ini. Lain lagi bagi penyuka hobi memancing, Telaga Remis menyimpan aneka ikan yang bisa dibawa pulang. Ikan seperti mujair dan ikan mas menjadi ikan yang mendominasi Telaga Remis.

8063024282_076f64de10_b

Nama Telaga Remis diambil dari dua kata yaitu telaga dan remis. Telaga berasal dari bahasa Sunda yaitu danau sedangkan remis adalah sejenis kerang bewarna kuning yang banyak hidup di sekitar telaga dan disebut remis oleh masyarakat sekitar. Namun disisi lain, terdapat mitos yang menceritakan awal terbentuknya telaga ini.

Dahulu Keraton Cirebon yang dipimpin oleh Sultan Matangaji menolak untuk memberi upeti kepada Kerajaan Mataram yang seharusnya diberikan. Maka diutuslah Pangeran Selingsingan dan anak buahnya. Namun sebelum sampai tujuan, rombongan ini bertemu dengan kelompok Pangeran Purabaya dari Mataram yang ingin menagih upeti. Hingga akhirnya perang pun tak terelakkan.

Bertempat di kaki Gunung Slamet, Pangeran Selingsingan ternyata tidak bisa menandingi ketangguhan Pangeran Purabaya dan pasukannya. Hal ini yang membuatnya mundur dan mengirim pesan kepada Sultan Matangaji.

Mendengar keadaan itu, sultan mengutus menantunya yang sakti mandraguna menuju medan perang. Hal ini tidak ditolak oleh Elang Sutajaya. Demi membantu saudara-saudaranya yang tengah terdesak, dirinya berangkat membantu Pangeran Selingsingan dan memenangkan peperangan.

Sampai ditujuan, Elang Sutajaya mencari Pangeran Purabaya sebagai musuh utama. Dirinya menggunakan keris sebagai senjata dan ilmu sakti untuk mengalahkan sang utusan dari Kerajaan Mataram itu. Dan tanpa ampun, keris yang menjadi senjata Elang berhasil menghunus badan Purabaya hingga terbelah menjadi dua.

telaga-remis-900x530

Merasa kalah, Pangeran Purabaya meminta belas kasih kepada Elang Sutajaya untuk diampuni. Dirinya merasa hanya orang biasa yang beragama islam. Namun Elang Sutajaya tak bergeming. Ia mengatakan bahwa Purabaya bukanlah muslim yang baik. Karena tidak ada muslim yang melakukan kekerasan termasuk memulai peperangan sampai membunuh.

Mendengar nasihat yang keluar dari Elang Purabaya, Pangeran Selingsingan pun menagis tanpa henti. Hingga air matanya membentuk sebuah Telaga Remis. Sedangkan Pangeran Purabaya berubah wujud menjadi seekor Bulus atau kura-kura. Bulus tersebut diberi nama Si Mendung Purbaya.

 

Tiket Masuk

Harga tiket masuk ke obyek wisata Telaga Remis ini, cukup terjangkau jika dibandingkan dengan apa yang kita bisa nikmati di area Telaga, namun yang menjadi pertanyaan adalah ternyata total harga tiketnya terbagi menjadi beberapa source, entah itu yang dari dinas pariwisata, Pengelola taman nasional gunung Ciremai, dan instansi terkait lainnya yang tak kurang dari 5 macam host, ini menjadi minus dari Telaga Remis sendiri, tentunya semakin banyak pungutan semakin banyak pula biaya yang keluar.

 

Aksebilitas


Petunjuk arah jalan menuju obyek wisata Talaga Remis Kuningan adalah sebagai berikut :
Wisatawan dari Jakarta dan sekitarnya bisa menggunakan bus atau kereta api
Bagi pelancong yang menggunakan bus, dapat menggunakan bus jurusan Jakarta – Cirebon turun di depan Pasar Cilimus, kemudian dari sana dilanjutkan menggunakan angkutan umum menuju Mandirancan lalu Pasawahan, dan dilanjutkan ke Lokasi wisata Talaga Remis. Tarif Jakarta ke Obyek Wisata Telaga Remis sekitar Rp. 50.000,- sampai Rp. 60.000,-
Transportasi alternatif menuju Wisata Talaga Remis menggunakan kereta api jurusan Jakarta – Cirebon yang menju Stasiun Kejaksan Cirebon, kemudian dari cirebon bisa menggunakan jasa travel dengan harga relatif murah yang langsung menuju lokasi.

Keberadaan destinasi wisata Ranca Upas Ciwidey membuktikan bahwa Jawa Barat adalah salah satu destinasi kegiatan wisata alam yang populer di Indonesia.

Secara lebih spesifik, kawasan  Wisata Ciwidey di Bandung selalu menyedot jumlah kunjungan wisatawan yang besar dari waktu ke waktu.

Kampung Cai Ranca Upas, begitu banyak orang menyebutnya, adalah sebuah perkampungan yang terletak di tengah-tengah hutan dengan ragam keindahan yang menyejukkan mata. Tempat wisata ini terletak tepat di Desa Alam Endah, Kecamatan Ranca Upas, berjarak sekitar 50 kilometer di arah selatan dari pusat kota Bandung.

Kampung Cai Ranca Upas Ciwidey memiliki luas lahan kurang lebih 215 hektar. Udara disini sangat sejuk dan melegakan karena lokasinya yang berada di ketinggian 1.700 meter dpl. Dalam kamus bahasa Sunda, “Kampung Cai” dapat diartikan sebagai “Desa Air”. Inilah sebab tak jarang orang menyebut kawasan ini dengan nama Desa Air Ranca Upas.

Di sekitar lokasi perkampungan adalah areal hutan lindung di mana banyak terdapat jenis pepohonan yang jarang dijumpai, seperti pohon Puspa, Huru, Pasang, Hamirung, Kurai, Jamuju, Kitambang, dan Kihujan. Tak hanya itu, kawasan ini juga kaya akan kehidupan fauna. Anda dapat menyaksikan populasi burung dan satwa-satwa yang bergerak bebas di antara pepohonan.

Salah satu aktivitas populer yang biasa dilakukan di sana adalah mengunjungi konservasi penangkaran Rusa Jawa (Cervus Timorensis). Di tempat penangkaran, Anda dapat berinteraksi langsung dengan kawanan rusa yang hidup bebas di alam terbuka. Areal pengangkaran berada pada luas lahan sebesar 5 hektar.

img_5225

Kegiatan populer yang dilakukan wisatawan di tempat ini adalah memberi makan rusa-rusa tersebut dengan sayuran dan wortel yang telah disediakan.

Cervus Timorensis atau Rusa Jawa yang ditangkar di hutan lindung kawasan Ranca Upas Ciwidey memiliki bulu indah coklat kemerahan, sementara bulu leher dan kaki terlihat sedikit lebih terang. Konon, kawasan Ranca Upas hanya terdapat 11 ekor rusa saja dengan 5 diantaranya betina. Tetapi setelah bertahun-tahun dipelihara dan dibiarkan bebas berkeliaran, lahirlah bayi-bayi rusa yang semakin bertambah jumlahnya.

Area penangkaran Rusa Jawa ini juga terhubung dengan lokasi kegiatan wisata lainnya, yaitu area Outbound Tegal Kawani. Di sini Anda dapat berkemah dengan sejumlah akomodasi dan fasilitas yang telah disediakan dengan baik.

Jika Anda benar-benar ingin menikmati suasana alam yang natural, cobalah berkemah di Ranca Upas Ciwidey ini. Untuk kebutuhan logistik, Anda bisa membawa sendiri dari rumah atau membelinya di warung-warung yang ada di sekitar lokasi.

dd

Di warung-warung tersebut, tersedia berbagai jenis makanan, aneka cemilan, hingga kayu bakar untuk memasak atau api unggun. Jika tidak ingin repot membawa perlengkapan berkemah, Anda dapat menyewa perlatan seperti tenda, sleeping bed, dan lain-lain. Tentu saja harga sewanya terbilang murah.

Tak hanya berkemah, di kawasan wisata Ranca Upas Ciwidey Anda dapat melakukan aktivitas menyenangkan lainnya seperti mandi bersama anggota keluarga di pemandian air panas. Jika ingin yang lebih seru lagi, tersedia juga kano yang siap membawa Anda berkeliling danau. Beberapa kegiatan yang disukai lainnya, misalnya aktivitas trekking di bukit, bermain paint ball, hingga bersepeda.

05-ranca-upas

Rute Menuju Ranca Upas

Dari pusat Kota Bandung menuju Kampung Ranca Upas Ciwidey, Anda perlu menempuh perjalanan sejauh 50 kilometer ke arah selatan Bandung. Waktu perjalanan yang dibutuhkan sekitar 2 jam menggunakan kendaraan pribadi.

Jalan utama yang harus dilewati adalah jalan selatan Bandung arah ke Soreang (ibukota Kabupaten bandung), lalu dilanjutkan ke arah Ciwidey. Jika Anda singgah untuk mengunjungi tempat wisata Ciwidey lainnya, seperti Situ Patenggang dan Kawah Putih, maka jarak perjalanan ke Ranca Upas hanya tinggal 6 kilometer lagi dengan waktu perjalanan sekitar 10 menit.

Selain menggunakan kendaraan pribadi, Anda juga dapat menggunakan alat transportasi umum menuju Ranca Upas Ciwidey. Terlebih dulu Anda harus ke terminal Bus Leuwipanjang, selanjutnya meneruskan perjalanan menggunakan bus menuju Ciwidey. Setiba di terminal Ciwidey, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Kampung Cai Ranca Upas menggunakan angkot.

Alamat Ranca Upas: Jl. Raya Ciwidey – Patenggang KM 11, Desa Alam Endah, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
Koordinat GPS: -7.142808,107.392426

 

 

 

Sudahkah anda berlibur dengan keluarga anda ?

Bagi anda yang bingung mencari tempat tujuan Wisata, Wisatajawa.com akan memberikan referensi bagi anda dan keluarga anda menghabiskan liburan. Kali ini di kawasan Jawa Barat, kami mereferensikan Farm House sebagai objek Wisata keluarga bagi anda mengabiskan liburan, beralamatkan di Jalan Raya Lembang No 108, Cihideung, Bandung Barat, Jawa Barat. Farm House merupakan kedai susu dengan konsep rumah pertanian yang indah dan sejuk. Beberapa tempat di Farm House ini menjadi daya tarik wisatawan untuk berselfie atau berfoto dengan latar belakang khas Eropa Klasik, selain itu wisatawan dapat menyewa kostum tradisional Eropa untuk lebih maksimal berfoto disini.

farmhouse lembang 1

Salah satu spot unik yang bisa anda kunjungi dan bisa anda jadikan latar belakang berfoto adalah Rumah Hobbit, rumah yang mirip dengan tempat tinggal Bilbo dan Frodo Baggins dalam film Lord Of The Rings atau The Hobbits. Bagi anda pecinta film ini, tidak usah jauh – jauh ke New Zealand untuk bisa berfoto di Rumah Hobbit, cukup datang ke Lembang maka anda bisa mngabadikan foto di Rumah Hobbit ini. Anda juga harus sabar mengantree untuk bisa berfoto, karena banyak wisatawan yang tertarik dengan spot Rumah Hobbit.

Spot lain yang bisa anda kunjungi seperti Rumah Peternak Susu ala Eropa yang bernuansa Klasik, anda bisa berfoto dengan latar belakang bangunan unik ini. Farm House menyuguhkan Wisata perkebunan buah dan sayur yang bisa anda kunjungi, ada juga taman bunga beraneka warna dengan sisi pagarnya terdapat gembok – gembok cinta. Anda bisa memasang gembok cinta dengan menuliskan nama anda dan nama pasangan anda di gembok tersebut. Jika anda tidak membawa gembok jangan khawatir, anda bisa membeli di Peony & Pine took souvenir yang menjual pernak – pernik lucu (toko berbentuk kecil dengan atap rumput yangvmenjual aneka souvenir).

farmhouse-lembang-hobbit1-urbandung-com

Untuk anda yang suka dengan binatang, di Zona Petting Zoo terdapat binatang ternak lucu seperti Kelinci, burung, Landak, Iguana, Biri – biri, Kuda Poni, anda dapat memberi makan atau memegang binatang tersebut. Hewan lucu seperti Kelinci ditempatkan pada kandang khusus yang dihubungkan dengan jalan – jalan untuk memudahkan anda memberi makan kelinci – kelinci tersebut.

Yeaayy banyak kan spot asyik yang bisa anda kunjungi di Farm House ?? Untuk tiket masuk ke Farm House, anda cukup mengeluarkan uang Rp. 20.000 saja, dan untuk menyewa pakaian tradisional Eropa bisa anda sewa dengan harga Rp. 50.000. Sekilas referensi dari Wisatajawa.com tempat tujuan Wisata bagi anda dan keluarga anda berlibur. Salam Wisatajawa.com

 

#ayokejawa